Tampilkan postingan dengan label Fatwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fatwa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 September 2015

Haramnya Gambar Serta Bantahan Terhadap Mereka yang Membolehkannya ( Bag.04 )

Haramnya Gambar Serta Bantahan Terhadap Mereka yang Membolehkannya ( Bag.04 )




PERNYATAAN PARA ULAMA TENTANG HARAMNYA GAMBAR SERTA BANTAHAN TERHADAP MEREKA YANG MEMBOLEHKANNYA
 
Asy-Syaikh al-‘allamah Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah berkata:
Dan pendapat yang membolehkan gambar untuk pengajaran adalah pendapat yang tidak berdalil, bahkan hadits bahwa tukang gambar itu dilaknat mencakup perkara ini dan itu. Dan dalam pembolehan gambar untuk pengajaran terdapat bentuk bentuk pengentengan akan maksiat  menggambar ini di hati para siswa. Di sisi lain, mereka tengah mempersiapkan dirinya terhadap laknat Allah bila mereka belum baligh dan dilaknat bila mereka sudah baligh. Mereka melakukan kemaksiatan bahkan mendorong untuk melakukannya. Maka di manakah tanggungjawab itu?
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi was salam telah bersabda:
“Setiap dari kalian adalah pemimpin dan masing-masingnya akan dimintai pertanggungjawabannya atas apa yang telah ia pimpin.”
Beliau juga bersabda: “Tidaklah setiap pemimpin itu diserahi kepemimpinan oleh Allah kemudian ia tidak menempatkannya sesuai dengan bimbingan-Nya kecuali pasti dia tidak akan mendapatkan aroma wangi jannah.”
Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi was salam sangat memperhatikan pendidikan anak-anak dengan pendidikan yang agamis. Nabi shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:
“Setiap anak itu terlahir di atas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
Dan beliau bersabda pada sebuah hadits yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya: “Sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-Ku dalam keadaan lurus bersih,  kemudian syaithan memalingkan mereka.”
Maka haram bagi seorang guru dan pihak-pihak yang bertanggungjawab untuk membolehkan para siswa menggambar.
Al-Imam an-Nawawi rahimahullah di dalam syarah Shahih Muslim (juz 14 hal 81) mengatakan: “Teman-teman kami (asy-syafi’iyyah) dan selain mereka dari para ‘ulama mengatakan:
“Menggambar gambar-gambar hewan (makhluk bernyawa) adalah sangat diharamkan dan termasuk dari dosa-dosa besar, karena pelakunya diancam dengan ancaman yang sangat keras sebagaimana tersebut di dalam hadits-hadits….” selesai penukilan dari beliau.
[Kitab: Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah hal. 29-32]
* Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ/ ﻣﻘﺒﻞ ﺑﻦ ﻫﺎﺩﻱ ﺍﻟﻮﺍﺩﻋﻲ – ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
 ﻭﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺈﺑﺎﺣﺔ ﺍﻟﺘﺼﻮﻳﺮ ﻟﻠﺘﻌﻠﻴﻢ ﻻ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻴﻪ، ﺑﻞ ﺣﺪﻳﺚ ﻟﻌﻦ ﺍﻟﻤﺼﻮﺭ ﺍﻟﻤﺘﻘﺪﻡ ﻳﺸﻤﻞ ﻫﺬﺍ ﻭﻫﺬﺍ. ﻭﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺗﻬﻮﻳﻦ ﻣﻌﺼﻴﺔ ﺍﻟﺘﺼﻮﻳﺮ ﻓﻲ ﻧﻔﻮﺱ ﺍﻟﻄﻼﺏ، ﻭﻫﻢ ﻳﻬﻴﺌﻮﻥ ﻟﻠﻌﻨﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻏﻴﺮ ﺑﺎﻟﻐﻴﻦ،ﻭﻳﻠﻌﻨﻮﻥ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﺑﺎﻟﻐﻴﻦ ، ﻭﻳﻌﺎﻧﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻌﺼﻴﺔ، ﺑﻞ ﻳﺪﻓﻌﻮﻥ ﺇﻟﻴﻬﺎ ، ﻓﺄﻳﻦ ﺍﻟﻤﺴﺌﻮﻟﻴﺔ ،
ﻭﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﷺ  ﻳﻘﻮﻝ : ” ﻛﻠﻜﻢ ﺭﺍﻉ ﻭﻛﻠﻜﻢ ﻣﺴﺌﻮﻝ ﻋﻦ ﺭﻋﻴﺘﻪ “، ﻭﻳﻘﻮﻝ “: ﻣﺎ ﻣﻦ ﺭﺍﻉ  ﻳﺴﺘﺮﻋﻴﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺭﻋﻴﺔ ﺛﻢ ﻟﻢ ﻳﺤﻄﻬﺎ ﺑﻨﺼﺤﻪ ﺇﻻ ﻟﻢ ﻳﺠﺪ ﺭﺍﺋﺤﺔ ﺍﻟﺠﻨﺔ ” .  ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﷺ ﻳﻬﺘﻢ ﺑﺘﺮﺑﻴﺔ ﺍﻷﻃﻔﺎﻝ ﺗﺮﺑﻴﺔ ﺩﻳﻨﻴﺔ ،ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ ﷺ:  ” ﻛﻞ ﻣﻮﻟﻮﺩ ﻳﻮﻟﺪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻔﻄﺮﺓ ﻓﺄﺑﻮﺍﻩ ﻳﻬﻮﺩﺍﻧﻪ ﺃﻭ ﻳﻨﺼﺮﺍﻧﻪ ﺃﻭ
ﻳﻤﺠﺴﺎﻧﻪ “،ﻭﻗﺎﻝ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﺮﻭﻳﻪ ﻋﻦ ﺭﺑﻪ: ‏( ﺇﻧﻲ ﺧﻠﻘﺖ ﻋﺒﺎﺩﻱ ﺣﻨﻔﺎﺀ ﻓﺎﺟﺘﺎﻟﺘﻬﻢ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ‏) . ﻓﺤﺮﺍﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺪﺭﺱ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻭﻟﻴﺎﺀ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﺃﻥ ﻳﻤﻜﻨﻮﺍ ﺍﻟﻄﺎﻟﺐ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺼﻮﻳﺮ.
ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪﻓﻲ ﺷﺮﺡ” ﺻﺤﻴﺢ ﻣﺴﻠﻢ ” (ﺝ 14ﺹ 81‏) : ﻗﺎﻝ  ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ : ﺗﺼﻮﻳﺮ ﺻﻮﺭ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﺣﺮﺍﻡ ﺷﺪﻳﺪ  ﺍﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺒﺎﺋﺮ؛ ﻷﻧﻪ ﻣﺘﻮﻋﺪ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﻮﻋﻴﺪ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪ
ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﻓﻲ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ. . .  ﺍﻫـ. ‏
ﻛﺘﺎﺏ : ﺣﻜﻢ ﺗﺼﻮﻳﺮ ﺫﻭﺍﺕ ﺍﻷﺭﻭﺍﺡ  (ﺹ 32-29
Haramnya Gambar Serta Bantahan Terhadap Mereka yang Membolehkannya ( Bag.03 )

Haramnya Gambar Serta Bantahan Terhadap Mereka yang Membolehkannya ( Bag.03 )


PERNYATAAN PARA ULAMA TENTANG HARAMNYA GAMBAR SERTA BANTAHAN TERHADAP MEREKA YANG MEMBOLEHKANNYA
 
Fatwa al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’ no. 6531
Pertanyaan: 
Apa hukum Islam tentang gambar pola (sketsa) di papan tulis dalam praktek pendidikan. Dan sebagai catatan bahwa sketsa tersebut merupakan penggambaran dari bentuk-bentuk hewan, tumbuhan, dan serangga dalam materi pelajaran at-Tarikh ath-Thabi’i (al-Ahya’).
Gambar-gambar ini penting dalam praktek pengajaran, selain itu tidak dalam bentuk tiga dimensi. Dan perlu diketahui akan pentingnya ilmu ini di dalam bidang kedokteran dan pertanian.
Jawaban:
Selama gambar-gambar itu adalah gambar makhluk bernyawa seperti serangga dan semua yang hidup, maka tidak boleh menggambarnya meskipun hanya gambar di papan tulis maupun di atas kertas saja dan meskipun tujuannya untuk membantu pengajaran, karena tidak adanya kebutuhan darurat terhadap perkara tersebut. Hal ini berdasarkan keumuman dalil-dalil yang ada tentang permasalahan ini. Adapun sesuatu yang tidak memiliki ruh, maka boleh menggambarnya baik untuk pengajaran maupun keperluan lainnya.
Hanya milik Allah jualah taufik itu. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para shahabatnya.

Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts wal Ifta’
Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz
Wakil ketua: ‘Abdurrazzaq ‘Afifi
Anggota: ‘Abdullah bin Ghadayyan
Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud
* Alih bahasa : Syabab Forum Salafy

(ﻓﺘﻮﻯ ﺍﻟﻠﺠﻨﺔ ﺍﻟﺪﺍﺋﻤﺔ ﻟﻠﺒﺤﻮﺙ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ ﻭﺍﻹِﻓﺘﺎﺀ ﺭﻗﻢ ‏( 6531‏) :
ﺳﺆﺍﻝ:  ﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺍﻹِﺳﻼﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﺳﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺴﺒﻮﺭﺓ ﺭﺳﻮﻣًﺎ ﺗﺨﻄﻴﻄﻴﺔ ﻓﻲ ﻋﻤﻠﻴﺔ ﺍﻟﺘﻌﻠﻴﻢ ﻣﻊ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﺍﻟﺮﺳﻢ ﻋﺒﺎﺭﺓ ﻋﻦ ﺃﺷﻜﺎﻝ ﺣﻴﻮﺍﻧﺎﺕ ﻭﻧﺒﺎﺗﺎﺕ ﻭﺣﺸﺮﺍﺕ ﻓﻲ ﻣﺎﺩﺓ ﺍﻟﺘﺎﺭﻳﺦ ﺍﻟﻄﺒﻴﻌﻲ ‏(ﺍﻷﺣﻴﺎﺀ ‏)، ﻭﻗﺪ ﺗﻜﻮﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺮﺳﻮﻣﺎﺕ ﻣﻬﻤﺔ ﻓﻲ ﻋﻤﻠﻴﺔ ﺍﻟﺘﻌﻠﻴﻢ ﻭﻫﺬﻩ ﺍﻟﺮﺳﻮﻣﺎﺕ ﻏﻴﺮ ﻣﺠﺴﻤﺔ ﻣﻊ
ﻣﻌﺮﻓﺔ ﺃﻫﻤﻴﺔ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﺐ ﻭﺍﻟﺰﺭﺍﻋﺔ
ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ:  ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺻﻮﺭًﺍ ﻟﺬﻭﺍﺕ ﺍﻷﺭﻭﺍﺡ ﻛﺎﻟﺤﺸﺮﺍﺕ ﻭﺳﺎﺋﺮ ﺍﻷﺣﻴﺎﺀ ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻤًﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺴﺒﻮﺭﺓ ﻭﺍﻷﻭﺭﺍﻕ، ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻘﺼﺪ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﻤﺴﺎﻋﺪﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﻌﻠﻴﻢ ﻟﻌﺪﻡ ﺍﻟﻀﺮﻭﺭﺓ ﺇﻟﻴﻪ؛ ﻟﻌﻤﻮﻡ ﺍﻷﺩﻟﺔ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ، ﻭﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﻦ ﺫﻭﺍﺕ ﺍﻷﺭﻭﺍﺡ ﺟﺎﺯ ﺭﺳﻤﻪ ﻟﻠﺘﻌﻠﻴﻢ ﻭﻏﻴﺮﻩ
ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ. ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ، ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﺍﻟﻠﺠﻨﺔ ﺍﻟﺪﺍﺋﻤﺔ ﻟﻠﺒﺤﻮﺙ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ ﻭﺍﻹِﻓﺘﺎﺀ
ﺍﻟﺮﺋﻴﺲ: ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺑﺎﺯ.
ﻧﺎﺋﺐ ﺭﺋﻴﺲ ﺍﻟﻠﺠﻨﺔ: ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺯﺍﻕ ﻋﻔﻴﻔﻲ .
ﻋﻀﻮ : ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻏﺪﻳﺎﻥ .
ﻋﻀﻮ : ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻗﻌﻮﺩ

Senin, 31 Agustus 2015

Haramnya Gambar Serta Bantahan Terhadap Mereka yang Membolehkannya ( Bag.02 )

Haramnya Gambar Serta Bantahan Terhadap Mereka yang Membolehkannya ( Bag.02 )


PERNYATAAN PARA ULAMA TENTANG HARAMNYA GAMBAR SERTA BANTAHAN TERHADAP MEREKA YANG MEMBOLEHKANNYA

Jawaban :

asy-Syaikh al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali ketika salah seorang ikhwah meminta kepada beliau untuk mengadakan muhadharah yang diambil gambarnya dengan menggunakan video!
Maka syaikh Rabi’ bertanya kepadanya: “Mengapa menggunakan video?”
Al-akh tersebut menjawab: “Supaya kita dapat menyebarkan ilmu dan dakwah dengan video dan gambar ya syaikh!”
Asy-Syaikh Rabi’ berkata menimpalinya, “Demi Allah wahai anakku, sungguh dakwah ini telah tersebar tanpa menggunakan video. Tetapi dakwah ini tersebar dengan keutamaan dari Allah kemudian para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, keikhlasan para pengusungnya, dan jihad serta bantuan mereka di jalan Allah.
Sungguh demi Allah, kami melihat dakwah ini telah menyusut semenjak munculnya video-video ini dan berbagai media tersebut.
Selesai penukilan dari beliau. Ucapan asy-syaikh Rabi’ hafizhahillah secara makna. (Lihat artikel Abu Ishak dan disebar melalui website Sahab as-Salafiyah serta forum-forum salafi lainnya).
* Alih bahasa : Syabab Forum Salafy


ﺟﻮﺍﺏ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺭﺑﻴﻊ ﺑﻦ ﻫﺎﺩﻱ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ ﻋﻨﺪﻣﺎ ﻃﻠﺐ ﻣﻨﻪ ﺃﺣﺪ ﺍﻹﺧﻮﺓ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻪ ﻣﺤﺎﺿﺮﺓ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺘﺼﻮﻳﺮ ﺑﺎﻟﻔﻴﺪﻳﻮ!
ﻓﻘﺎﻝَ ﻟﻪُ ﺍﻟﺸﻴﺦُ ﺭﺑﻴﻊ : ﻟﻤﺎﺫﺍ ﺑﺎﻟﻔﻴﺪﻳﻮ؟ !
ﻗﺎﻝ ﺍﻷﺥ : ﺣﺘَّﻰ ﻧﻨﺸﺮ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺑﺎﻟﻔﻴﺪﻳﻮ ﻭﺍﻟﺼﻮﺭﺓ ﻳﺎ ﺷﻴﺦ!
ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺭﺑﻴﻊ : ﻭﺍﻟﻠﻪِ ﻳﺎ ﺇﺑﻨﻲ ﺇﻥَّ ﻫﺬﻩِ ﺍﻟﺪَّﻋﻮﺓَ ﺍﻧﺘﺸﺮﺕ ﺑﺪﻭﻥِ ﻓِﻴﺪﻳﻮ ﻭَ ﻟﻜﻨَّﻬﺎ ﺍﻧﺘﺸَﺮﺕ ﺑﻔَﻀﻞَ ﺍﻟﻠﻪ ﺛﻢَّ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﻭﻣﻦ ﺗﺒِﻌَﻬُﻢ ﺑﺈﺣﺴﺎﻥٍ ﻭ ﺑﺈﺧﻼﺹِ ﺭﺟَﺎﻟِﻬﺎ ﻭﺟِﻬﺎﺩِﻫﻢ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﻧُﺼﺮَﺗﻬﺎ ….. ﻭ ﺇﻧَّﻨﺎ ﻭﺍﻟﻠﻪِ ﻧﺮَﻯ ﺃﻥَّ
ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓَ ﻗﺪ ﺗﻘﻠَّﺼﺖ ﻣﻨﺬ ﺃﻥ ﻇﻬﺮﺕ ﻫﺬِﻩ ﺍﻟﻔِﻴﺪﻳُﻮﻫﺎﺕ ﻭﻫَﺎﺗﻪ ﺍﻟﻮَﺳَﺎﺋِﻞ .
( ‏ ﺍﻫـ . ﻛَﻼﻡُ ﺍﻟﺸَﻴﺦ ﺣَﻔﻈﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑﻤﻌﻨﺎﻩ.‏(ﺍﻧﻈﺮ ﻣﻘﺎﻝ ﺃﺑﻲ ﺇﺳﺤﺎﻕ ﻭﺍﻟﻤﻨﺸﻮﺭ ﻋﺒﺮ ﺷﺒﻜﺔ ﺳﺤﺎﺏ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻨﺘﺪﻳﺎﺕ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ
Haramnya Gambar Serta Bantahan Terhadap Mereka yang Membolehkannya ( Bag.01 )

Haramnya Gambar Serta Bantahan Terhadap Mereka yang Membolehkannya ( Bag.01 )


PERNYATAAN PARA ULAMA TENTANG HARAMNYA GAMBAR SERTA BANTAHAN TERHADAP MEREKA YANG MEMBOLEHKANNYA




بسم الله الرحمن الرحي

Dari pernyataan para ‘ulama tentang haramnya gambar serta bantahan terhadap mereka yang membolehkannya.

Fatwa Lajnah Daimah lil Buhuts wal Ifta’ no. 2677

Pertanyaan: Apa sikap seorang muslim terhadap gambar-gambar penjelas yang ada di dalam buku-buku pelajaran, buku-buku ‘ilmiah, dan majalah-majalah Islam yang bermanfaat? Di mana sebuah keharusan adanya gambar-gambar tersebut untuk menerangkan dan mendekatkan pemahaman?

Jawaban:
Menggambar makhluk bernyawa diharamkan secara mutlak, berdasarkan keumuman hadits-hadits yang warid dalam permasalahan ini. Dan keberadaan gambar-gambar tersebut bukanlah perkara darurat di dalam menerangkan pelajaran. Bahkan gambar-gambar itu hanyalah sarana pelengkap guna menambah penjelasan. Sedangkan di sana masih ada sarana-sarana penjelas lainnya yang memungkinkan untuk tidak butuh dari gambar-gambar tersebut dalam memahamkan para pelajar dan pembaca. Telah berlalu berbagai generasi manusia dalam keadaan mereka tidak butuh terhadap gambar-gambar ini dalam pengajaran maupun penjelasan. Namun bersamaan dengan itu, mereka lebih kuat ilmunya dan lebih banyak hasilnya dari pada kita. Tidak merugikan mereka meninggalkan gambar-gambar dalam proses studinya. Tidak mengurangi pemahaman mereka terhadap keinginannya, tidak pula waktu maupun ideologinya dalam menggapai berbagai ilmu dan mengumpulkannya.

Oleh karena itu, tidak boleh bagi kita menggunakan gambar yang telah Allah haramkan, semata karena sangkaan kita bahwa itu adalah darurat. Padahal itu bukanlah darurat karena realita menyaksikan bahwa telah berlalu masa yang panjang dalam kondisi mereka tidak butuh terhadap gambar-gambar tersebut.

Hanya milik Allah jualah taufik itu. Shalawat dan salam senantiasa terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para shahabatnya.

Lajnah daimah lil Buhuts al-‘Ilmiah wal Ifta’
Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz
Wakil ketua: ‘Abdurrazzaq ‘Afifi
Anggota: ‘Abdullah bin Ghudayyan
Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud.
* Alih bahasa : Syabab Forum Salafy



ﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﻣﻦ ﻛﻼﻡ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﺗﺤﺮﻳﻢ ﺍﻟﺘﺼﻮﻳﺮ ﻭ ﺍﻟﺮﺩ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺃﺑﺎﺣﻪ
ﻓﺘﻮﻯ ﺍﻟﻠﺠﻨﺔ ﺍﻟﺪﺍﺋﻤﺔ ﻟﻠﺒﺤﻮﺙ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ ﻭﺍﻹِﻓﺘﺎﺀ ﺭﻗﻢ ‏(2677 ) ‏:
ﺳﺆﺍﻝ:  ﻣﺎ ﻣﻮﻗﻒ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻮﺭ ﺍﻟﺘﻮﺿﻴﺤﻴﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻜﺘﺐ ﺍﻟﺪﺭﺍﺳﻴﺔ، ﻭﺍﻟﻜﺘﺐ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ ﻭﺍﻟﻤﺠﻼﺕ ﺍﻹِﺳﻼﻣﻴﺔ ﺍﻟﻨﺎﻓﻌﺔ، ﻣﻊ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺑﺪ ﻣﻦ ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺼﻮﺭ ﻟﻠﺘﻮﺿﻴﺢ ﻭﺗﻘﺮﻳﺐ ﺍﻟﻔﻬﻢ.
ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ:  ﺗﺼﻮﻳﺮ ﺫﻭﺍﺕ ﺍﻷﺭﻭﺍﺡ ﺣﺮﺍﻡ ﻣﻄﻠﻘًﺎ؛ ﻟﻌﻤﻮﻡ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺘﻲ ﻭﺭﺩﺕ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻭﻟﻴﺴﺖ ﺿﺮﻭﺭﻳﺔ ﻟﻠﺘﻮﺿﻴﺢ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﺭﺍﺳﺔ، ﺑﻞ ﻫﻲ ﻣﻦ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﺍﻟﻜﻤﺎﻟﻴﺔ ﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﺍﻹِﻳﻀﺎﺡ، ﻭﻫﻨﺎﻙ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻣﻦ ﻭﺳﺎﺋﻞ ﺍﻹِﻳﻀﺎﺡ ﻳﻤﻜﻦ ﺍﻻﺳﺘﻐﻨﺎﺀ ﺑﻬﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﺼﻮﺭ ﻓﻲ ﺗﻔﻬﻴﻢ ﺍﻟﻄﻼﺏ ﻭﺍﻟﻘﺮﺍﺀ، ﻭﻗﺪ ﻣﻀﻰ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻗﺮﻭﻥ ﻭﻫﻢ ﻓﻲ ﻏﻨﻰ ﻋﻨﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻌﻠﻴﻢ ﻭﺍﻹِﻳﻀﺎﺡ ﻭﺻﺎﺭﻭﺍ ﻣﻊ ﺫﻟﻚ ﺃﻗﻮﻯ ﻣﻨﺎ ﻋﻠﻤًﺎ ﻭﺃﻛﺜﺮ ﺗﺤﺼﻴﻼً، ﻭﻣﺎ ﺿﺮﻫﻢ ﺗﺮﻙ ﺍﻟﺼﻮﺭ ﻓﻲ ﺩﺭﺍﺳﺘﻬﻢ، ﻭﻻ ﻧﻘﺺ ﻣﻦ ﻓﻬﻤﻬﻢ ﻟﻤﺎ ﺃﺭﺍﺩﻭﺍ ﻭﻻ ﻣﻦ ﻭﻗﺘﻬﻢ ﻭﻓﻠﺴﻔﺘﻬﻢ ﻓﻲ ﺇﺩﺭﺍﻙ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡ ﻭﺗﺤﺼﻴﻠﻬﺎ، ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻨﺎ ﺃﻥ ﻧﺮﺗﻜﺐ ﻣﺎ ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺼﻮﻳﺮ ﻟﻈﻨﻨﺎ ﺃﻧﻪ ﺿﺮﻭﺭﺓ، ﻭﻟﻴﺲ ﺑﻀﺮﻭﺭﺓ ﻟﺸﻬﺎﺩﺓ ﺍﻟﻮﺍﻗﻊ ﺑﺎﻻﺳﺘﻐﻨﺎﺀ ﻋﻨﻪ ﻗﺮﻭﻧًﺎ ﻃﻮﻳﻠﺔ. ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ. ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ، ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﺍﻟﻠﺠﻨﺔ ﺍﻟﺪﺍﺋﻤﺔ ﻟﻠﺒﺤﻮﺙ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ ﻭﺍﻹِﻓﺘﺎﺀ
ﺍﻟﺮﺋﻴﺲ: ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺑﺎﺯ.
ﻧﺎﺋﺐ ﺭﺋﻴﺲ ﺍﻟﻠﺠﻨﺔ: ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺯﺍﻕ ﻋﻔﻴﻔﻲ .
ﻋﻀﻮ : ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻏﺪﻳﺎﻥ .
ﻋﻀﻮ : ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻗﻌﻮﺩ

Kamis, 09 Juli 2015

Hukum menghadiahkan bacaan Al Qur’anul Karim untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau selain beliau?

Hukum menghadiahkan bacaan Al Qur’anul Karim untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau selain beliau?


Kumpulan Fatwa 
Syaikh Abdul’Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah ta’ala [wafat 1420H] 
Hukum menghadiahkan bacaan Al Qur’anul Karim untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau selain beliau? 
Soal: Hukum menghadiahkan bacaan Al Qur’anul Karim untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau selain beliau? 

Jawaban: 
Menghadiahkan bacaan Al Quran Al Karim untuk ruh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para mayit tidak memiliki ada asalnya, tidak disyariatkan, dan tidak dilakukan oleh para shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in.  Dan kebaikan hanyalah dicapai dengan mengikuti mereka.
Sementara itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  diberi pahala seperti pahala yang kita peroleh, segala kebaikan yang kita lakukan maka beliau mendapatkan pahala yang semisal dengan pahala kita, karena beliau orang yang menunjukkan kebaikan tersebut. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
من دل على خير فله مثل أجر فاعله
“Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukan kebaikan tersebut.” [HR. Muslim]
Beliau yang menunjukkan kebaikan bagi umat ini dan membimbing mereka untuk menunaikan kebaikan tersebut.

Jika seseorang membaca Al Quran, menegakkan shalat, berpuasa, dan bersedekah maka beliau diberi pahala seperti pahala orang yang melakukan ibadah tersebut dari kalangan umat ini karena beliau yang menunjukkan umat ini sehingga mengerti kebaikan tersebut dan melaksanakannya. Maka tidak ada hajat yang menuntut untuk menghadiahkan pahala bacaan Al Quran atau ibadah yang lainnya untuk beliau karena hal tersebut tidak ada dalilnya sebagaimana keterangan yang telah lalu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

“Siapasaja yang melakukan suatu amalan yang tidak dilandasi oleh perintah kami maka amalan tersebut tertolak.” [HR. Al Bukhari dan Muslim]
Demikian juga membaca Al Quran untuk para mayit, hal ini tidak ada dalilnya bahkan yang wajib adalah meninggalkan perkara tersebut (yakni menghadiahkan bacaan untuk mayit).
Adapun bersedekah untuk para mayit dari kalangan kaum muslimin serta mendoakan mereka maka semua ini disyariatkan sebagaimana apa yang Allah ta’ala firmankan tentang sifat hamba-hamba-Nya yang shalih yang mengikuti para pendahulu mereka yang shalih:
]وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ[ [الحشر: 10] .

“Dan orang-orang yang datang setelah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berberdoa: “Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman mendahului kami.” [QS. Al Hasyr: 10]
Allah menyariatkan shalat jenazah dalam rangka mendoakan  dan memohon rahmat bagi para jenazah. Demikian juga sedekah untuk mayit, sedekah tersebut bermanfaat bagi mayit itu sebagaimana ditunjukkan oleh beberapa hadits yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Demikian juga menghajikan dan mengumrahkan mereka, serta menunaikan utang mereka, semua ini bermanfaat bagi mayit yang memeluk agama Islam.
Sumber:  Majmu’ Fatawa Al ‘Allamah AbdulAziz bin Baz Rahimahullah ta’ala jilid 13 hal. 278-279
Alih Bahasa:
Abu Bakar Abdullah bin Ali Al Jombangi di Daarul Hadits Fiyusy, Lahj, Yaman
Hukum Mendatangi Dukun

Hukum Mendatangi Dukun


HUKUM MENDATANGI DUKUN
Orang yang mendatangi dukun ada tiga keadaan:
1. Dia mendatangi dukun kemudian dia bertanya kepadanya dan percaya serta membenarkan ucapannya maka hal ini merupakan tindakan kufur kepada Allah Azza wa Jalla kerena mempercayai ucapan dukun berarti telah percaya dukun mengetahui ilmu ghoib sedangkan mempercayai orang yang mengaku tahu ilmu ghoib merupakan pendustaan terhadap firman Allah ta ‘ala
قل لا يعلم في السموات والأرض الغيب إلا الله

“Katakanlah bahwa tidak ada yang megetahui perkara ghoib kecuali Allah” (An Naml 60)
oleh kerena inilah datang dalam hadits yang shohih.

من أتى كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه و سلم                           

” Barang siapa yang mendatangi dukun kemudian dia mempercayai ucapannya maka dia telah mengkufuri apa yang diturunkan kepada Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa Sallam. ” HR At Tirmidzi no130 dishohihkan Asy Syaikh Al Albani dalam kitab Irwa’ no6817.

2. Dia mendatangi dukun lulu dia bertanya kepadanya namun dia tidak percaya terhadap ucapannya maka hal demikian harom, dan pelakunya mendapat hukuman tidak diterima sholatnya selama empat puluh hari sebagaimana telah disebutkan dalam hadits shohih Muslim no2230 bahwa nabi Sholallah alaihi wa Sallam  bersabda:

 من أتى عرافا فسأله لم تقبل له صلاة أربعين يوما

 “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal kemudian dia bertanya padanya maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari”
dalam riwayat ini Rosul menyatakan bahwa hanya bertanya saja telah membuat sholatnya tidak diterima selama 40 hari. sehingga tidak selayakya kita mendatangi dukun atau tukang ramal lalu bertanya kepadanya walaupun hanya iseng-iseng saja.
الله مستعان و عليه تكلان

3. Dia mendatangi dukun kemudian dia bertanya kepadanya dalam rangka membongkar kedok kebohonganya kepada manusia ,maka yang demikian tidak mengapa hal ini berdasarkan tindakan Nabi Sholallahu alaihi wasallam mendatangi Ibnu Shoyyad yang merupakan seorang dukun,beliau bertanya padanya untuk menunjukkan kelamahannya bahwa dia tidak mengetahui perkara ghoib sebagaimana dalam riwayat Bukhori no 1354 dan muslim no2923.
و الله تعالى أعلم بالصواب

(Disadur dari kitab Fatwa arkaanul islam kumpulan fatwa Asy Syaikh Al Utsaimin Rohimahulla ta’ala no75)

Faidah Dari Ustadz Abu Sufyan Sedayu Gresik